Senin, 07 Juni 2010

TENTANG SAUDARA KITA DI TANAH GAZA

Kritikus ketika menyaksikan serangan Israel ke Jalur Gaza Palestina. Sebuah kota yang sama sekali warganya tidak bersenjata diserang habis-habisan dari laut, darat, dan udara. Sudah ratusan tempat dibom, dan ratusan muslim yang wafat tanpa mengadakan suatu perlawananpun. Wanita, anak-anak, bayi, orang tua (manula) tak luput dari serangan ini banyak dari mereka yang menjemput ajal dan ribuan terluka parah. Rumah sakit menjadi penuh, bahkan tak cukup lagi menampung korban pembantaian muslim yang sepertinya paling buruk di tahun 2008.

Sahabat-sahabat Kita Yang Dibantai

Kalau Bang Kritikus ibaratkan, para saudara kita di Jalur Gaza Palestina ibarat manusia yang dikumpulkan disebuah parit (kolam dalam tak berair lalu di tembak dari arah atasnya secara membabi buta), mengapa Bang Kritikus mengatakan demikian ?? Pertama, Israel sudah mengepung Jalur Gaza, Kedua, Mesir sebagai satu-satunya jalan keluar melarang warga Palestina masuk ke daerahnya, Presiden Mesir Hosni Mubarak menyatakan dengan tegas bahwa Mesir tidak akan menerima warga Palestina. Jadi, Perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza, dijaga ketat oleh tentara Mesir, Mesir takut apabila ada warga Palestina masuk ke negaranya-bahkan mungkin tidak pernah menganggap Palestina sebagai saudara sesama muslim yang wajib dilindungi-, akhirnya warga Palestina pasrah menanggung derita ini, mungkin yang ada di benak warga Palestina adalah, ”Mati tinggal menunggu waktu saja tentunya dalam waktu dekat”. Ketiga, puluhan terowongan buatan warga Palestina yang menghubungkan Palestina (Jalur Gaza) dengan Mesir dibom dan tidak bisa digunakan lagi, entah pelakunya siapa (tentara Mesir atau Israel) yang jelas pemboman itu membuat Jalur Gaza terisolir (seperti penjara/parit). Keempat, Israel (Yahudi) tidak memperbolehkan adanya bantuan dari luar negeri untuk warga Palestina, Bang Kritikus melihat di televisi, sebuah kapal LSM independen yang membawa bantuan berupa obat-obatan diserang oleh Angkatan Laut Israel hingga rusak berat dan gagal membawa bantuan. Perancis, sebagai salah satu negara berpengaruh di Eropa mengajukan proposal genjatan senjata selama 2 hari agar bantuan logistik (obat-obatan dan makanan) bisa masuk ke Jalur Gaza tetapi proposal itupun juga ditolak oleh Israel.
Sudah lengkaplah penderitaan saudara-saudara kita di Palestina, mereka dibunuh, semua logistik dihancurkan, bantuanpun tidak mereka dapatkan. Sungguh penderitaan yang luar biasa, masih ditambah lagi tentara Israel mulai masuk ke Jalur Gaza, apa yang akan mereka lakukan, tiada yang lain kecuali membantai.

Barrack Husain Obama Sang Pendukung Israel

Pada masa kampanye Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama berpidato di hadapan Organisasi lobi terbesar Yahudi (Israel) AIPAC. Ia menyatakan dengan mantap bahwa akan selalu mendukung langkah Yahudi dalam melawan musuh-musuhnya. Israel semakin gembira, artinya seandainya Barrack Obama menang, maka segala tindakan politik dan militer Israel di Timur Tengah termasuk Palestina akan didukung penuh oleh Amerika Serikat melalui kebijakan Obama. Israel juga berpikir Barrack Obama lebih baik daripada John Mc Cain yang Katolik konservatif. Sebab, menurut pengalaman konservatif di masa Bush tidak begitu menguntungkan Israel, buktinya dengan berkuasanya HAMAS di Palestina.
Oleh karena itu, Yahudi sedunia memobilisasi massa untuk memilih dan menyumbang bagi kampanye Obama, beberapa website Yahudipun dibanjiri sumbangan untuk kampanye Obama. Hasilnya Obama menang telak atas Mc Cain, tentu kemenangan ini bukanlah gratisan, sebagai imbal balik Obama masih memiliki hutang kepada Israel yaitu mendukung penuh berdirinya negara Yahudi Israel di Palestina dengan komitmen 100 persen. Ya, paling tidak komitmen Obama sudah terlihat dengan dukungannya terhadap Israel sampai saat ini.
Jadi, sekali lagi Bang Kritikus sampaikan janganlah sampai terobsesi oleh Obama, apalagi sampai mengelu-elukan Obama dan mendoakannya. Sungguh sangat dangkal apabila seseorang mendukung Obama hanya karena pidato kenegaraannya yang menyentuh hati. Itu semua adalah gombal....

Penguasa Arab Pengecut Mengapa Anda Tidak Menyerang Israel ???

Rasulullah Muhammad bin Abdullah saw, pernah mengingatkan kepada para sahabatnya bahwa pada akhir zaman nanti termasuk zaman ini, kaum muslimin akan dijadikan rebutan musuh-musuhnya. Ada sahabat yang bertanya : ”Apakah pada waktu itu jumlah kami sedikit ??”, Nabi saw bersabda : ”Tidak, jumlah kalian banyak tetapi kalian seperti buih di lautan, dan kalian terkena penyakit wahn ”. Sahabat kembali bertanya : ”Apa itu wahn ya Rasulullah ??. Nabi menjawab : ”Cinta dunia (hubbud dunya) dan takut mati (karohiyatil maut). Lihatlah apa yang dilakukan oleh penguasa Arab, mereka bergelimang harta dan takut untuk berperang karena takut mati. Mereka lebih takut apabila dihukum oleh Amerika Serikat daripada dihukum oleh Alloh SWT karena membiarkan saudara – saudara mereka dibunuh. Demikian juga dengan Mesir sebagai negara yang mendapat bantuan paling besar dari Amerika Serikat, sangat takut apabila nantinya bantuan Amerika Serikat tidak mampir lagi kepada mereka, padahal Alloh sudah menyediakan kehidupan yang lebih baik yaitu surga apabila mereka bertakwa kepada-Nya. Sungguh jeritan rakyat Palestina di Gaza tidak cukup membuat hati mereka bergetar dan tergerak untuk berperang.

Hanya Khilafah Rasyidah Yang Akan Memberikan Hukuman Kepada Para Perusak Dunia

Sesungguhnya Khilafah Rasyidah adalah sistem pemerintahan Islam yang telah diterapkan oleh Abu Bakar As Shiddiq ra, Umar bin Khottob ra, Utsman bin Affan ra, Ali bin Abi Thalib ra, serta khalifah – khalifah yang mengikuti jejak Rasulullah saw. Mereka adalah orang –orang yang miskin dan tidak banyak memakan kesenangan duniawi meskipun mereka adalah pemimpin kaum muslimin sedunia. Barangkali inilah tanda –tanda semakin dekatnya Hari Kiamat menuju kekhilafahan Rasyidah –penghancur perusak dunia- yang akan menjadi pertanda perang besar dunia, atau mengambil istilah barat ”Armageddon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar